Kamis, 04 September 2014

Matahariku

  pagi ini aku bangun lebih pagi dari hari-hari sebelum nya . aku segera merapikan tempat tidur dan bergegas ke kamar mandi . setelah selesai , aku segera pergi untuk berjogging ria karena hari ini hari minggu . belum jauh dari rumah , ada seseorang yang menyapa ku dari belakang "viona...." katanya memanggilku . akupun menengok ke belakang , tetapi karena mataku minus jadi tidak terlalu jelas penglihatanku . akhirnya aku melanjutkan jogging lagi menuju taman . sesampai di taman, ternyata masih sepi orang . "apa mungkin aku terlalu pagi sampai disini?" gumamku dalam hati . yasudah aku duduk saja dulu d pinggir taman sambil meminum air yang sudah aku bawa dari rumah .
  tak lama kemudian , suara itu terdengar lagi . sama persis seperti tadi yang aku dengar di dekat rumah . suara itu semakin dekat dan semakin mendekat . dan dia menepuk pundakku ,"kok tadi kamu ninggalin aku?" katanya sambil duduk di sampingku . aku menoleh," ya ammpuunn.. aku kira siapa ? maklumlah mataku kan minus, jadinya tidak terlalu keliatan hehe". dia itu adalah mantanku , mantan yang masih selalu ada untukku . dulu kami putus bukan karena ada orang ketiga, tetapi karena kita ingin fokus sekolah dulu . sekarang kami sudah sama-sama kerja , sudah sama-sama dewasa . pernah terfikir dalam benakku untuk kembali padanya , namun aku terlalu gengsi untuk mengungkapkan perasaan aku ke dia . "kok kamu bengong aja vi?" sambil menatap mataku ." engg...hemm...ee...enggak ko . gapapa . kamu mau jogging juga? apa ini nggak kepagian untuk kamu?" sahutku . " enggak ko . tadinya aku mau mampir dulu kerumah kamu, eh tapi masih pagi banget takutnya kamu belum bangun hehe" . setelah lama kami berbincang , akhirnya kami jogging bersama mengelilingi taman . tak terasa sudah pukul 8 pagi . aku harus mengisi perutku dengan makanan . aku pun mengajak reno untuk makan bareng denganku .
  setelah sarapan, tiba-tiba kaki aku kaku dan keluar darah dari hidungku .aku selalu sudah siap membawa tisu . "kamu kenapa vi? ada yang kamu rasa?" tanya reno padaku . "aku tidak apa-apa kok . aku pulang duluan ya ?" reno langsung menahan tanganku . "ayuk aku antar aja . aku gendong yaa.." "iya deh . kaki aku kaku sih " akhirnya aku menganggukkan kepalaku . akupun di gendongnya sampai di rumah . sesampai nya dirumah, aku segera masuk ke kamar . tak ku perbolehkan reno untuk pulang . aku meminta dia menemaniku hari ini . dia pun menyanggupi permintaanku . aku tertidur hingga 2 jam , setelah mataku terbuka aku masih melihat seorang lelaki yang masih menemaniku .
  "kita ketaman lagi yuk . aku bete disini " ajakku . "mau ngapain? kamu kan masih sakit?" katanya sambil membujukku untuk tetap dikasur. "ih ayoo dong ren pliiss temenin aku kemanapun aku mauu . hari ini ajaa" pintaku . "yaudah deh iya" akhirnya reno pun mau . sesampainya di taman , reno mengungkapkan isi hatinya kepadaku . muka ku langsung memerah dan salah tingkah dengan sekejap . tanpa pikir panjang aku mengiyakan kata-katanya untuk balikan padaku . karena perasaan aku padanya masih sama seperti dulu . hari ini pun kita lalui bersama . "ren, matahari nya bagus ya? seperti cerita kita di hari ini . andai saja hari ini hari terakhirku, maka aku akan bahagia sekali disana karena aku bisa menikmati hari ini dengan sangat senang." kataku . "kamu bicara apa sih vi? kamu gak boleh bilang gitu . aku sayang sama kamu , jadi aku ingin kita selalu bersama bukan untuk hari ini saja tetapi untuk selamanya" sahut reno sambil memelukku . aku bahagia sekali , mengapa aku tidak mengungkapkan nya saja duluan ya waktu itu ? gumamku .
  tak terasa langit pun sudah gelap, kami segera pulang kerumah . akan tetapi saat di perjalanan pulang , motor reno di tabrak oleh sebuah mobil bermerk sedan . aku terpental sejauh 5 meter , reno terjepit diantara mobil dan motornya . aku pingsan dan keadaan reno sangat tidak memungkinkan . setelah aku terbangun , aku sudah berada di rumah sakit . aku segera menanyakan keadaan reno kepada ibuku . tetapi ibuku tidak tega untuk memberitahuku tentang keadaan reno yang sebenarnya . aku bujuk ibuku untuk jujur dan akhirnya ibuku pun mau jujur kepadaku . "sabar ya vi, mungkin ini sudah kehendak yang diatas . kamu jangan menyalahkan siapa-siapa . reno sudah meninggalkan kita dan pasti dia bahagia disana . kamu juga harus bahagia disini ya vi" kata ibu . "jadi reno ?? reno,,,, meninggal bu ???" aku nangis sejadi-jadi nya . tali infusan pun langsung aku copot dan aku segera mencari reno . aku temui reno sudah terbujur kaku di kamar mayat . "ren, kenapa kamu ninggalin aku ? kata kamu kita akan bersama selamanya ? aku sayang sama kamu reno. bangun dooongg.... aku gak mau di tinggalin kamu . aku mau kita suka duka bersama" kataku sambil memeluk reno dan menangis . ibu ku pun menghampiri ku dan mencoba membujukku untuk bisa mengikhlaskan kepergian reno . tak lama kemudian keluarga reno datang untuk membawa reno pulang . aku pun ikut karena aku tidak mau di rawat .
  hari ini hari pemakaman reno . aku tak henti-henti nya menangisi reno . ibu nya reno memelukku dengan erat agar aku bisa berhenti menangis . "sabar vi, ikhlasin ya biar reno tenang dan bahagia disana. ibu gak mau kamu nangis terus" katanya . aku pun mencoba untuk berhenti menangis dan mencoba mengikhlaskan kepergian reno . sehabis dari makam , aku langsung pergi ke taman dan memandangi langit, "ren, kamu sudah bahagia kan disana ? kamu inget gak kata-kata aku kemarin ? matahari itu bagus banget . dan sekarang kamu sudah menjadi matahari ku di siang hari . aku pasti akan mengingatmu sampai kapanpun ." 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar